Oleh: antoniusrc | 15 Januari 2009

BloodCare – Obat Herbal untuk Aliran Darah

Memasuki usia 30 tahun, pembuluh darah manusia secara perlahan tapi pasti, mulai kehilangan daya elastisitasnya. Kondisi itu akan terus berlanjut hingga usia rata-rata manusia setinggi 80 tahun. Pembuluh darah akan renta dan mengerut. Karena itu, wajar bila manusia usia di atas 80 tahun meninggal dunia karena terkena serangan jantung atau stroke, sebagai konsekuensi pembuluh darah yang menua.


“Gambar diambil dari http://www.sampoernalanguage.com”

Yang jadi persoalan sekarang, proses penuaan pembuluh darah itu terjadi pada manusia usia 40-50 tahun. Tubuh yang seharusnya lagi berstamina tinggi itu terlihat loyo, lantaran sering terkena gejala penyakit yang mengarah pada gangguan jantung atau stroke. Padahal, ada cara mudah dan murah untuk menjaga agar pembuluh darah tetap awet muda lo!

Seperti dituturkan ahli jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Prof Dr Budhi Setianto, gangguan jantung dan stroke umumnya disebabkan kotornya pembuluh darah akibat plak akibat makanan yang berlemak dan miskin serat. Plak yang kemudian menumpuk di pembuluh darah itu yang membuat peredaran darah tak lancar. “Darah yang tak lancar itu memicu serangan jantung bila terjadinya di jantung, tetapi kalau di otak maka disebut stroke,” kata Prof Budi dalam seminar tentang kesehatan pembuluh darah yang digelar perusahaan farmasi, PT Darya-Varia Laboratoria, di Jakarta, Kamis (15/3).

Menurut Prof Budhi, sirkulasi darah yang baik dihasilkan dari kerjasama antara jantung, darah dan komponen-komponennya serta pembuluh darah itu sendiri. Bila terjadi gangguan pada salah satu komponen, maka sirkulasi akan terganggu. Akibat suplai darah yang tidak mencukupi, menimbulkan gangguan pada fungsi organ, serangan jantung dan stroke.

Untuk itu, lanjut Prof Budi, pentingnya melakukan upaya agar peredaran darah terus lancar. Selain melakukan gaya hidup sehat seperti mengurangi makanan berlemak dan banyak makan sayur dan buah, tidak merokok, olahraga teratur dan bersikap rileks, dan yang tak kalah penting adalah mengkonsumsi suplemen herbal yang dapat menjaga kebersihan pembuluh darah.

“Gaya hidup yang tidak sehat sangat berpengaruh pada timbulnya timbunan plak dan lemak pada dinding pembuluh darah, sehingga aliran darah tidak lancar. Bila ingin terhindar dari serangan jantung, mulailah bergaya hidup sehat.

Bila plak sudah terlanjur terbentuk dalam pembuluh darah, bisa diatasi oleh tanaman tertentu yang memiliki kemampuan membersihkan plak dalam darah,” kata Prof Budi.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang juga terkenal karena konsep “Tri Rasa, Pencegah Penyakit Pembuluhan Darah” itu memaparkan pentingnya penggunaan herbal untuk pencegahan jantung dan stroke.

“Ada tiga rasa yang berhubungan dengan faktor risiko utama penyakit jantung, yaitu rasa manis yang biasanya diperoleh dari gula dan berhubungan dengan diabetes melitus. Rasa gurih yang biasanya diperoleh dari rasa lemak atau daging dengan penyakit penyertanya dislipidemia (kolesterol tinggi) dan rasa asin yang biasanya diperoleh dari rasa garam dengan penyakit penyertanya hipertensi,” ujarnya.

Untuk terhindar penyakit jantung dan stroke itu, lanjut Prof Budhi, seseorang harus berani berjuang untuk melawan “tri rasa” itu dengan rasa pahit agar terjadi keseimbangan antara rasa enak dengan rasa pahit. Rasa pahit bisa diperoleh dari banyak ramuan, jamu atau minuman yang ada di lingkungan sekitar. Misalnya, daun pepaya, batang daun brotowali, sambiloto, buah pare, biji mahoni dan teh hijau.

Hal senada dikemukakan pula Prof Sumali Wiryowidagdo dari Pusat Studi Obat Bahan Alam, Departemen Farmasi FMIPA Universitas Indonesia. Katanya, obat herbal berkhasiat karena memiliki senyawa kimia yang bioaktif dan menghasilkan efek farmakologi. Efek farmakologi itulah yang sering dimanfaatkan sebagai suplemen yang membantu kesehatan manusia.

“Obat herbal yang berkhasiat untuk memperlancar peredaran darah itu harus tanpa efek samping dan aman aman digunakan dan tidak menimbulkan toksisitas,” ujarnya. Prof Sumali menyebut, ada beberapa jenis tanaman sebagai bahan suplemen herbal yang berkhasiat untuk memperlancar sirkulasi darah yakni crataegus oxyacantha, melissa officinalis, ginkgo biloba, bawang putih, morinda citrifolia (mengkudu), dan vitamin E yang natural atau terbuat dari bukan sintetis.

Melihat khasiat yang luar biasa dari keenam tanaman obat itu yang mendorong PT Darya-Varia untuk menggelar riset kualitatif lebih lanjut. Seperti dikemukakan dr Vivi Lianawati, Medical Manager Consumer Health Division PT Darya-Varia, setelah diketahui hasilnya secara ilmiah, ekstrak tanaman obat tersebut dikemas dalam soft kapsul bernama “Blood Care“.

“Yang terpenting, Blood Care aman dikonsumsi karena mengandung bahan-bahan alami. Karena termasuk jenis suplemen, Blood Care dikonsumsi 1 kali sehari. Selain itu, imbangi dengan olahraga minimal 3 kali seminggu. Lebih baik mencegah, dibanding mengobati,” kata dr Vivi menegaskan.

Kaum Muda

Prof Budhi mengemukakan, penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah seperti jantung atau stroke, baru diketahui setelah masa akut. Karena itu, upaya yang dilakukan selama ini baru sebatas tahap kuratif atau pengobatan. Padahal, semua penyakit, termasuk penyakit jantung, sebenarnya bisa dicegah sejak dini melalui penerapan gaya hidup sehat.

“Tak heran jika makin banyak penduduk Indonesia yang mengalami penyakit degeneratif seperti jantung koroner, yang dipicu oleh perubahan gaya hidup masyarakat. Penderita penyakit kardiovaskuler di Indonesia khususnya di Jakarta, terus memperlihatkan tren peningkatan. Peningkatan ini terlihat dari data 1998 yang menunjukkan angka penderita hipertensi yang termasuk dalam kategori penyakit kardiovaskuler terjadi pada 13,9 persen pria dan pada wanita mencapai 16 persen,” ujarnya.

Dilihat dari angka prevalensi kasus penyakit jantung di Indonesia, hampir 70 persen kasus penyakit jantung terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia. Selama beberapa tahun terakhir ini mulai terjadi pergeseran, angka kardiovaskuler di negara maju berkurang dan justru makin bertambah di negara berkembang.

“Penyakit jantung kini tidak hanya menyerang usia mapan di atas 40 tahun. Kini penyakit berbahaya ini mulai menyerang kaum muda,” kata Prof Budhi menegaskan.

Ia mengungkapkan, faktor risiko penyakit jantung koroner sebenarnya terdiri dari dua yaitu faktor yang risiko yang tidak dapat diubah dan faktor risiko yang dapat diubah. Faktor risiko yang tidak dapat diubah antara lain usia, jenis kelamin dan riwayat keluarga menderita penyakit jantung koroner pada usia muda.

“Dari sisi jenis kelamin, pria lebih sering terkena serangan jantung dibanding perempuan. Tetapi setelah menopause, frekuensinya sama antara pria dan wanita. Kalau pria harus berhati-hati setelah usia 45 tahun, maka wanita setelah usia 55 tahun,” katanya.

Menurut Prof Budhi, ada jeda waktu 10 tahun bagi wanita untuk terhindar dari penyakit jantung koroner. Hal ini kemungkinan karena peranan hormon estrogen dan feritin yang keluar dari tubuh wanita setiap bulan.

Kemudian, lanjut Prof Budhi, pada keluarga (orangtua, paman, bibi) yang bila pria di bawah usia 55 tahun dan perempuan di bawah usia 65 tahun, dikatakan tergolong usia muda untuk sakit penyakit jantung koroner.

“Oleh karena itu anak-anaknya maupun keponakannya harus waspada karena 3-5 kali lebih sering terkena serangan jantung dibanding keluarga yang jantungnya sehat. Penyakit keturunan hiperkolesterolemia familiar, diduga sebagai salah satu penyebab,” ujar Prof Budhi.

Sementara faktor risiko yang dapat diubah dengan cara berperilaku sehat sehari-hari, antara lain merokok, hipertensi, kolesterol tinggi, kelebihan berat badan, DM dan aktivitas fisik yang kurang.

Soal merokok menurutnya, diupayakan agar seseorang berhenti merokok untuk selama-lamanya. Segera berhenti jika memungkinkan, namun boleh juga sedikit demi sedikit mengurangi jumlah rokok yang diisap sampai akhirnya berhenti total.

Pasalnya, nikotin akan menyebabkan debaran yang lebih cepat dan gas CO akan mengikat butir darah merah (hemoglobin) lebih kuat dibanding oksigen sehingga oksigenisasi jantung relatif berkurang. Bagi mereka yang hipertensi, ada baiknya mengukur tekanan darah setiap kali ke dokter atau satu sampai dua kali setahun bila tubuh dalam keadaan sehat.

Tetapi bila mengidap hipertensi, harus diet rendah garam, menurunkan berat badan bagi yang berlebihan, minum obat dan kontrol ke dokter sesuai anjuran.

Budhi menuturkan, kolesterol low density lipoprotein cholesterol (LDL) merupakan kolesterol buruk harus diturunkan kadarnya melalui diet rendah kolesterol. Hal ini misalnya, mengurangi kuning telur, jeroan, udang dan goreng-gorengan. Sebaliknya kolesterol baik atau high density lipoprotein cholesterol (HDL) justru ditingkatkan kadarnya dengan cara berolahraga, berhenti merokok, makan ikan laut dan sebagainya.

Sumber: http://www.suarakarya.com dan http://www.gizi.net

About these ads

Responses

  1. Ass.w.w. Sya sangat tertarik artikel ini cukup gamblang bagi saya (usia 52 thn) membaca bersama istri (usia 48 thn) dan anak-anak saya yg masih usia belasan tahun ( 11 thn & 13 thn) dan kebetulan saya sekeluarga sdh 15 tahunan diet rendah garam, rendah gula, anti penyedap (micin) tapi yg masih susah goren-gorengannya itu lho apa lagi kami di bandung pan buanyak kuliner yg berbau gorengan mulai comro,misro,sukro,batagor,cireng apalagi gudang minyaaak aduh maaak ueeeeenaaaaak tenan. Nah yg saya mo tanyakan untuk saya & istri klo gak salah cukup 1 kapsul /hari tapi bagaimana pula klo untuk anak saya yg 11 & 13 thn apakah sudah perlu konsumsi suplemen “Bloodcare”? klo ya harus berapa takarannya? atau bahkan tidak dianjurkan sama sekali?. Sebagai catatan sya ada riwayat ortu kedua-duanya hipertensi yg alhamdulillah sampai skarang ayahnda sya masih sehat berusia 83 thn sedangkan sya dianjurkan dokter sampai saat ini menggunakan obat penjaga hipertensi maaf sya sebut saja mereknya “coaprovel” dosis sya lupa pokoknya yg terkecil oleh dokter shingga sampai saat ini tensi sya rata-rata 125-130/90-95. dan apakah gak tabrakan klo sya konsumsi tadi bersama obat-obatan herbal?Mohon sarannya dan saya ucapkan terimakasih sebelumnya.Wass.w.w

  2. kalo menurut saya, anak usia muda masih belum perlu, mungkin setelah usia 17 atau 18 tahun saja (dewasa).

    kalau anda ingin obat jantung dan darah yang alami lainnya, anda mungkin bisa minum K-OmegaSqua yang mengandung DHA dan EPA, serta Squalene & Vitamin E. Produk ini milik K-Link yang dapat dibeli dengan harga sekitar 116 rb

  3. silaturrahmi

  4. Mohon informasi apakah sudah beredar dan dipasarkan di apotik-apotik, terutama di Bandung?
    Bagaimana dengan efek samping apabila mengkonsumsi dalam jangka waktu yang lama.

  5. Usia saya 59 th, wanita, tensi saya normal cenderung rendah, apakah saya dapat menkonsumsi blood care ?
    Berapa dosis yang dianjurkan ?
    Terima kasih

    salam,
    Tari Masduki

  6. mana tanggapannya neh, gaaan,,,gaaan…!!!

  7. Terima kasih atas artikelnya yg bermanfaat…

    Silakan klik situs kami, toko herbal online http://www.idherba.com, yang aman belanja online, dgn pengamanan sertifikat SSL.
    Dapatkan juga tips-tips kesehatan, belanja selalu dapat diskon. Semoga bermanfaat.

    Muhammad
    cs[at]idherba.com
    Telpon 0811259227
    http://www.idherba.com

  8. howtorn itu asalnya dari mana ya?

  9. Menurut aku minum saja K-Omega Squa yang berfungsi : Membersihkan kotoran dan plag plag di dalam pembuluh darah sehingga darah menjadi lancar, menjadikan elastis pembuluh darah, mengandung EPA-DHA, aman dikonsumsi jangka panjang.

    Trims..info hub aku…

  10. untuk penderita ambeien bisa konsumsi gak??

  11. Saya pernah kena serangan jantung, sekarang saya mengkonsumsi CPG setiap hari 1 tablet, apakah saya boleh mengkonsumsi bloodcare

  12. tepat hari ini jam 16:00 saya ingin membeli suplement blood care saya sudah mencoba sebelumnya,saya rasa saya cocok mengkonsumsi obat tersebut makanya saya inginterus mengkonsumsinya, yang saya ingin tanyakan kpada anda…..mengapa ketika saya ingin membeli tadi di salah satu toko,si penjaga toko berbicara “wah mas maaf obat ini tidak bisa di jual” padahal saya melihat masih banyak di rak,ktika sa ya tanyakan kpada penjaga toko “kalau di sini tidak bisa di jual apa di toko lain bisa di jual??” dia bilang “tidak mas” saya mohon penjelasannya……mohon maaf sebelumnya.

  13. Blood Care, bisa mencegah varises di kaki gak ya??? tolong di jawab

  14. Mohon informasi : Saya pria usia 52 tahun setiap malam mulai jam 11 s/d jam 2 pagi sulit tidur disebabkan kadua kaki saya terasa berat dan pegal-pegal, setelah dipijat-pijat dengan keras baru bisa tidur, tapi walau tdk dipijat-pijat setelah jam 3 pagi rasa itu hilang sendiri, ini terjadi setiap hari, sy agak hypertensi rata2 150-160 / 95 – 100, yg say tanyakan saya hrs minum obat apa yang cocok ? apakah Bloode Care atau K-Omega Squa atau apa ? terimakasih sebelmnya.

  15. terimakasih buat infonya, perlu di ingat blood care adalah suplement, jd buat penderita penyakit sistem peredaran darah ( HT, Hipercolesterol, Hypertrigliserida, DM ) tetap harus rutin memeriksakan diri ke lab & konsul ke dokter.

  16. bagaimana efek sampingnya kalo dikonsumsi dalam jangka panjang, apa yang dapat dirasakan langsung oleh tubuh (reaksinya) bagaimana, terima kasih

  17. saya sudah konsumsi rutin u/ terapi penyakit luka memar krn bola, lumayan benjolan di pipi saya semakin kecil dan apa efek sampingnya kalo dikonsumsi dalam jangka panjang?, terima kasih

  18. Kunjungan siang, ditunggu kunjungan baliknya ke minuman herbal berkhasiat gujahe & gulajoss, ada program kemitraan senilai 3,5 juta nett, jika berminat silahkan email ke info@gujahe-kbm.com


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: