Oleh: antoniusrc | 24 Mei 2008

Sebuah peristiwa dan renungan: BBM Naik

Tadi pagi, akhirnya aku harus beli bensin, setelah muter-muter ga jelas cari POM, ternyata semua yang kudatangi bertuliskan bensin HABIS… hiiii koq bisa sampai segitunya ya??? dan ya terpaksa beli deh di eceran dengan harga 6500 rupiah per liter, lah daripada ga ada??? :(( huuuuu sedih sekali rasanya, untuk 2 liter harus keluarin uang 13000 rupaih… entah sampai kapan ya bensin habis terus?? padahal MIO ku itu cukup boros.. hiks hiks..

Nah, sekarang sebuah renungan:

Sekarang katanya BBM naik, berarti harganya meningkat 20%an lebih.. memang sich kalo dibandingkan dengan harga BBM di Singapore atau Malaysia, kita jauh lebih murah, katanya disana sampai 20-30 ribu per liter… cuma ya itu, bensin di Indonesia walaupun murah tapi oktannya jelek sekali, bahkan bisa merusak motor.  Takutnya kalau beli bensin eceran seperti tadi malah motornya mogok… hiks

Sekarang aku jelas milih harga mahal dikit tapi jangan merusak motor… Lalu tentang kenaikan BBM ini, kata Pak Yusuf Kalla, katanya sich kenaikan BBM ini jelas membela rakyat kecil, bukan orang kaya, karena yang membeli bensin dengan jumlah besar (seperti pabrik dan mobil) adalah bukan orang miskin… jadi kalo orang-orang biasa kan cuma naik motor saja yang paling-paling hanya mengeluarkan uang 15ribuan saja.  Sedangkan mobil tentu 100-150 ribu rupiah.  Tapi…

Lihat saja, kalau BBM naik, semua nya jadi ikut naik!!! makanan terutama! padahal biaya hidup terutama adalah untuk sandang, pangan, dan papan.  Tapi kalau semua naik berarti rakyat menderita dunk… terus kata-kata pak Yusuf itu gimana??? bela siapa sekarang??? walaupun misalnya harga makanan cuma naik 1000-1500 saja, tapi kalau mula mula 7500 terus naik 1500 berarti kan jadi 9000 per sekali makan?? itu jadi mahal kan?? kalikan aja dengan 3 dan kalikan lagi dengan 30, berapa coba???

Nah, kenapa pemerintah tidak tetap mensubsidi bahan bakar, tapi meningkatkan harga di bidang lain, seperti pajak, pajak mobil mewah, pemotongan gaji DPR, dan lain-lain?? atau apa lah yang tidak membebani rakyat! BBM naik ga masalah, asal jangan diikuti dengan kenaikan yang lain lagi… gitu aja renungannya!!

Semoga ada yang menanggapi! trims!


Responses

  1. Saya mau menanggapi:)

    Yang pertama:
    9000 * 3 * 30 = 810000 (klo ga slh jg;p)

    Yang kedua:
    Semoga dengan naek na BBM, gaji qta semua ikut naik^^.

    GB

  2. @xeinon : AMIN… pinter banget sich kamu???

  3. Kenaikan harga BBM kali ini memang tidak bisa dihindari karena kenaikan harga minyak mentah memang GILA, tapi memang betul, bahwa gaji anggota DRP/MPR, dan BUMN harusnya yang dipangkas, bukan beban masyarakat yang semakin ditingkatkan

  4. @willy: iya sich, tapi gimana lagi? ada ide lain? yang penting subsidi tetep dilakukan buat BBM, karena kalo BBM naik, semua naik, kalo cuma BBM sich gpp, nah kenapa yg dinaikkan ga yg lain-lain aja, yang ga berpengaruh ke seluruh bidang kehidupan?

  5. Sudah saatnya, kita berpikir secara integral dan holistik. Perbedaan pendapat akan menunjukkan kualitasnya jika kita mampu berpikir secara menyeluruh dan menyatu.

    Perbedaan pendapat yang dilandasi cara berpikir yang setengah2 dan parsial tidak akan banyak memberikan manfaat dan sulit melahirkan solusi yang tepat

    Kalo kita membandingkan dengan Venezuela dengan harga BBM murahnya, maka yang terjadi adalah perkembangan pembangunan kita juga akan seperti Venezuela, Mau???

    Mengapa???

    Lha……, belanja negara banyak terkuras hanya untuk kebutuhan pemenuhan subsidi BBM.

    Bagaimana untuk memajukan pendidikan yang tertinggal dg Malaysia yang harga BBMnya di atas 10.000 (padahal Malaysia net exporter, Indonesia sudah menjadi net importer). Malaysia mampu meningkatan kualias pendidikannya karena mampu membiayai pendidikan dg jauh lebih baik dan membuat para guru mampu meningkatkan profesionalismenya karena punya biaya yang cukup untuk itu.

    Lihatlah indikator kemajuan dari negara2 yang sukses menjadi negara maju, pengelolaan belanja negara yang produktif akan mampu menjadi leverage (pengungkit) bagi peningkatan pembangunan negara secara signifikan

    Jadi sebagai mahasiswa atau rakyat jangat beripikir serakah….
    Maunya segalanya dituruti…..
    BBM Murah….
    Pendidikan murah bahkan gratis….
    Rakyat tidak mampu mendapatkan jaminan standar (kesehatan, dll)…..
    Bebas penyakit….
    Bebas gizi buruk …..
    Jalan tidak berlubang……

    Trus, pikirlah dg jernih…. Darimana negara mampu membiayai seluruh keinginan itu???. Maka negara perlu uang (pendapatan)

    Sehingga APBN harus mencerminkan rencana strategi pemerintah untuk mengalokasikan pendapatan dan belanja yang produktif

    Kalo Anda tidak mengerti makna belanja produktif, jangan banyak berkomentar tentang kenaikan BBM yang akhirnya menyesatkan cara berpikir banyak orang…..

    Belanja disebut produktif jika belanja mampu menghasilkan dan meningkatkan manfaat yang berlipat2 dan terukur jelas, sebagaimana yang sudah dicapai oleh negara2 yang terbukti sudah maju

    Anda ingin negara kita maju, tapi perilaku APBN kita anda paksa seperti perilaku APBN negara terbelakang, gimana bisa???….

    Tidak setuju kenaikan BBM karena memicu inflasi tinggi (akhirnya meyusahkan rakyat) ????
    Itulah konsekuensi dari sebuah pilihan. Tetapi apakah permasalahan itu kemudian menyebabkan kita salah memilih kebijakan yang akhirnya bahkan akan menyengsaran rakyat selama berabad2. mengapa???

    Lah iya, wong pendidikan ya akan begini2 saja, jaminan pada oang tidak mampu ya sekedarnya, penyakit menjangkit dimana2, kematian ibu melahirkan sangat tinggi, akses kesehatan bagi orang miskin susah didapat, gizi buruk terjadi dimana2, dan lain-lain. Kita ngap bisa berbuat banyak karena nggak punya banyak uang bro….

    Inflasi tinggi itu (kalo tidak terjadi secara beruntun dan dalam waktu yang singkat) maka tidak akan banyak menimbulkan persoalan (tidak terlalu merisaukan). Permasalahan (kerisauan) hanya terjadi di awal saja, asalkan pemerintah juga mampu me-manage inflasi itu dg baik.

    Setelah inflasi tinggi, asalkan tidak ada faktor pemicu inflasi yang lainnya termasuk unsur ketidakpastan ekonomi (bisa disebabkan ketidakpastian keamanan, seperti demo yang anarkis), maka inflasi akan teredam dg sendirinya apalagi kalo dikombinasikan dg kebijakan pemerintah untuk meredam inflasi.

    Mekanisme pasar juga akan bergerak dg sendirinya mengikuti besaran inflasi.

    Pedagang di pasar juga akan menaikkan harga jualnya, sehingga pendapatannya naik….

    Gaji pegawai negari sudah sejak dulu di awal pemerintahan ini dinaikkan hingga 100%, misal untuk freshworker dari 750 rb menjadi 1,5 juta…

    Memang masih ada permasalahan dg penduduk berpendapatan tetap, tapi itulah masalah yang masih harus kita hadapi….

    Tetapi perlu dicatat juga bahwa Perusahaan juga akan menaikkan harga jual produknya sehingga ada konsekuensi nantinya upah buruh juga harus dinaikkan…..

    Hal ini membuktikan bahwa pendapatan tetap pun akhirnya akan dapat disesuaikan dan melakukan penyesuaian, tetapi memang lebih butuh waktu….

    Intinya adalah untuk setiap kejadian inflasi maka mekanisme pasar akan bergerak dan mampu mengkondisikan perekonomian kembali pada posisi kesetimbangan pada akhirnya….

    Yang dirasakan sekarang adalah kesusahan akibat inflasi yang tinggi itu, maka bersabarlah. Rasa sakit Itu adalah konsekuensi dari pilihan terbaik ini untuk menghindarkan kita dari kesengsaraan yang bisa saja berlangsung dan berlanjut selama berabad2 yang akan datang, yang akan kita sesali sebagaimana kita menyesali misalnya mengapa kita tertinggal dari Malaysia sampai saat ini

    Jadi jangan sampai Anda semakin menyusahkan rakyat yang sudah susah dengan demo yang anarkis….

    Cukup itu dulu dari saya ya……

  6. @Alimun Bidatisudur (Ali):
    Luar biasa mas… saya senang atas tanggapannya… semoga banyak yang berpikir seperti Anda, melihat sesuatu dari sisi positif nya… memang berat diawal namun lama kelamaan akan biasa… semoga Indonesia maju!

  7. Silahkan baca komentar dan perdebatan saya di:
    http://www.ridhocyber.web.id/harga-bbm-naik-antrian-pom-bensin-membludak/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: