Oleh: antoniusrc | 8 September 2008

Why Women TALK and Men WALK?


Diambil dari http://www.kutubuku.com

Salah satu buku yang baru aja kubeli,
Penulis: Patricia Love & Steven Stosny
Ukuran: 14 x 20.5 cm
Halaman: SC; 368 halaman
ISBN: 979-1238-98-4
Penerbit: Ufuk Press

Mengapa Wanita Terus Berbicara Sedangkan Pria Pergi Menghindar Anda mungkin pernah mengalami hubungan yang tidak sukses dengan lawan jenis. Para wanita umumnya selalu terus berbicara. Sementara para pria cenderung menghindar dan pergi begitu saja tanpa mau berlama-lama mendengarkan apa yang disampaikan para wanita. Tentu situasi ini sebenarnya tidak diinginkan oleh kedua belah pihak. Dengan gaya tutur yang mudah dipahami sekaligus menghibur, teknik-teknik yang akan Anda temui dalam buku ini tidak hanya memberitahu Anda bagaimana memulai sebuah hubungan yang baik, tetapi juga bagaimana mempertahankan dan meningkatkan kualitas hubungan yang Anda jalani saat ini. Selamat membaca!

Ada review menarik diambil dari: http://ronawajah.wordpress.com/2008/01/27/why-women-talk-and-men-walk/:

“Sub-judul tersebut diawali dari pertanyaan penulis (pembicara) kepada pengunjung dalam kesempatan di suatu lokakarya. Pertanyaannya adalah bagaimana sikap lelaki (pasangannya) bicara tentang masalah hubungan. Sebagian besar kaum perempuan bilang hampir sangat jarang terjadi karena lelaki tak terampil berkomunikasi. Kalau diajak berkomunikasi, lelaki tidak jarang suka marah, defensif, atau tidak sabar. Dia tidak saja hanya kurang berminat tetapi malah menghentikan pembicaraan tentang hubungan. Katanya, para lelaki merasa tahu tentang sesuatu sementara kebanyakan perempuan tidak.

Bisa jadi suatu kaum perempuan merasa kecewa dan ingin merasa lebih baik. Karena itu mereka ingin mengadu tentang kondisi hubungan itu kepada lelaki Sebaliknya kaum lelaki tidak menghendakinya karena pembicaraan tak akan membuat mereka lebih baik.Dalam kenyataannya justru pembicaraan akan menjadikan situasi yang lebih buruk. Jadi apakah kaum perempuan mendesak kaum lelaki untuk bicara atau tidak, mereka berdua akhirnya akan kecewa.

Jadi inti persoalannya adalah kaum perempuan ingin selalu berbagi perasaannya seperti kesedihan atau kekecewaan hubungan dengan lelaki. Komunikasi sudah menjadi kebutuhan bagi perempuan. Namun kaum lelaki menghindarinya. Mengapa? Karena lelaki bakal merasa malu dan tidak ingin dilecehkan oleh kaum perempuan kalau hubungan yang terjadi kurang harmonis. Karena itu kaum lelaki tidak mau berbuka perasaan dengan perempuan. Cenderung menghindarinya dan lebih bersikap tertutup.

Gambaran di atas tentunya tidak mewakili sikap kaum lelaki pada umumnya. Apalagi mencerminkan kekakuan hubungan kaum isteri dengan suami. Cukup banyak suami bersedia dan terampil untuk berkomunikasi dengan isterinya. Begitu juga pihak isteri. Istilah populernya nyambung. Konon keterbukaan berkomunikasi merupakan bagian dari aspek mempererat hubungan yang penuh pengertian dan kemesraan.”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: