Oleh: antoniusrc | 18 Januari 2013

Konten E-Book Pada Perpustakaan Digital

Dalam mengembangkan perpustakaan digital, tentu konten perpustakaan digital menjadi salah satu yang paling utama.  Salah satu konten yang dapat dimasukkan dalam perpustakaan digital adalah konten berupa buku elektronik atau yang sering dikenal sebagai e-book.  E-book dapat diciptakan sendiri oleh pihak perpustakaan atau dibeli dari vendor luar perpustakaan.

E-book sebagai suatu karya tulis adalah merupakan suatu ciptaan yang dilindungi sebagaimana diatur dalam Pasal 12 UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.   Lalu, terkait dengan hak dari penulis (dalam hal ini penulis e-book)  sebagai pencipta disebutkan dalam Pasal 1 angka 4 UUHC bahwa “Pemegang Hak Cipta adalah Pencipta sebagai Pemilik Hak Cipta, atau pihak yang menerima hak tersebut dari Pencipta, atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak dari pihak yang menerima hak tersebut.”  Maka berdasarkan Undang-undang Hak Cipta, seorang penulis e-book adalah pencipta yang memiliki hak cipta dari e-book ciptaannya.

Cara melindungi e-book dari kejahatan pembajakan menurut Taksisman (2009), yaitu membuat jaringan bidang e-book, menghimbau orang lain untuk tidak menyebarkannya secara ilegal, mencantumkan identitas kepemilikan e-book, mendaftarkan hak cipta e-book, membeli barcode, melindungi dengan software, dan mendaftarkan ISBN.

Lalu cara mengisi e-book dari vendor?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: